Liu Bang, Kaisar Gaozu dari Dinasti Han


Liu Bang
劉邦

(247 SM-1 Juni 195 SM) adalah pendiri dan kaisar pertama Dinasti Han, memerintah cina dari 202 SM hingga 195 SM. Ia adalah salah satu dari beberapa pendiri dinasti yang muncul dari kelas petani selain Zhu Yuanzhang pendiri Dinasti Ming. Sebelum menjadi kaisar, ia juga dikenal dengan gelar Adipati Pei (沛公), dan setelah Dinasti Qin runtuh dan Xiang Yu berkuasa, ia diberi gelar Raja Han.

Awal kehidupan
Liu Bang dilahirkan dengan nama Liu Ji (劉季) di sebuah keluarga petani miskin di wilayah Pei (sekarang Kabupaten Feng, Jiangsu). Pada waktu itu, Pei adalah bagian dari Negara Chu.
Sewaktu kecil, Liu Bang tidak giat bertani seperti kakaknya. Ia juga seorang anak yang tidak suka belajar. Ia dimarahi ayahnya sebagai orang tak berguna, namun ini tidak mengubah tingkah laku Liu Bang.

Revolusi melawan Dinasti Qin
Setelah ia tumbuh dewasa, Liu Bang menjabat sebagai petugas patroli di daerah. Setelah dia bertanggung jawab untuk mengangkut sekelompok tahanan ke Gunung Li di Shaanxi sekarang. Dalam perjalanan itu, banyak tahanan melarikan diri. Takut akan dijatuhi hukuman karena pelarian tahanan, Liu Bang akhirnya melepaskan seluruh tahanan yang tersisa. Tahanan ini di masa depan menjadi modal Liu Bang untuk bangkit mengobarkan revolusi perlawanan terhadap Dinasti Qin.
Setelah seluruh daerah mantan kerajaan Qin didominasi oleh Xiang Yu, yang lainnya sebagian wilayah sisa-sisa negara Qin yang dikuasai pemberontak, membagi wilayah menjadi 19 kerajaan. Xiang Yu tidak menghormati perjanjian yang dibuat di Xin, Pangeran Huai dari Chu, dibunuh atas perintah Xiang. Sebaliknya, ia memberikan Guanzhong ke tiga pangeran Qins. Liu Bang hanya diberikan Kerajaan Han (sekarang Sichuan, Chongqing, dan selatan Shaanxi).
Di Hanzhong, Liu Bang memusatkan upaya pada pengembangan metode pertanian dan pelatihan militer, ia diperkuat dengan akumulasi sumber daya dan kekuatan militer. Tak lama kemudian, Liu mengundurkan diri keluar dari kerajaan, raja-raja digulingkan tiga pangeran Qins dan menduduki Guanzhong, di mana ia melancarkan perang yang kini dikenal sebagai Perang Chu-Han, melawan Xiang Yu. Dikutip dalam biografinya, ada pesan, bahwa “Mereka yang memperoleh status mereka dalam perang maka mereka yang paling mulia dari semua.”
Meskipun Xiang Yu memenangkan sebagian besar pertempuran melawan Liu Bang, dengan kekejaman, semakin menempatkan Xiang Yu dalam kerugian politik dan kepercayaan rakyat. Xiang Yu terus mengalahkan Liu di medan perang, tetapi orang-orang yang mendukung kemenangan mereka lebih banyak orang untuk mendukung Liu. Ketika Xiang Yu akhirnya dikalahkan dalam Pertempuran Gaixia, ia merasa tidak mampu untuk bangkit kembali dan bunuh diri.
Perang berlangsung selama lima tahun (206-202 SM) dan berakhir dengan kemenangan Liu Bang. Setelah mengalahkan Xiang Yu, Liu Bang menyatakan dirinya kaisar dan mendirikan Dinasti Han pada 202 SM, membuat Chang’an (sekarang kota Xi’an) sebagai ibukotanya. Liu kemudian dikenal sejarah sebagai Kaisar Han Gao.

Pemerintahan
Setelah Liu Bang Berkuasa, ia restrukturisasi kembali Cina seperti masa kejayaan Qín contoh. Ia secara bertahap ia revisi system pemerintahan baru menggantikan system yang lama, pembagian tanah kepada sanak keluarga dan masyarakat. Karena ekonomi telah dihancurkan oleh perang setelah runtuhnya Dinasti Qín, ia dikurangi pajak dan penghapusan kerja rodi rodi, mengembangkan pertanian dan pengeluaran terbatas. Namun, sebagai tanggapan apa yang dia lihat Penguasa Qín terhadap rakyat, ia memberi pembatasan penguasa daerah dalam pengadaan pajak dan pembatasan hukum Penguasa (dalam arti tidak ada penguasa kebal hukum). Dia juga membuat perdamaian dengan Xiongnu. Di bawah pemerintahan Gāozǔ, Konfusianisme. dan sarjana Konfusian disambut ke pemerintah untuk ikut menyumbang ide-ide atau nasihat-nasihat, sementara undang-undang keras sinasti Qin berkurang. Kaisar Gāozǔ berupaya keras membangun pondasi yang kuat dalam pemerintahanya hingga lebih dari empat ratus tahun pemerintahan Dinasti Han berkuasa. [Rujukan?]
Liu Bang juga menundukkan raja-raja daerah yang tidak mau bergabung. Ia segera menaklukan sebagian besar kerajaan-kerajaan dan mendirikan kerajaan, dengan anak-anaknya dan kerabat sebagai pangeran. Dengan demikian ia mengikrarkan bahwa kerajaan baru telah lahir.

Tambahan:
Liu Bang memiliki tanda lahir berupa 72 bercak kecil yg menyerupai bintang di kaki kanannya. Ibu Liu Bang sering berkata kepada ayah Liu Bang kalau dia memimpikan Naga Merah masuk ke perutnya ketika ia mengandung Liu Bang. Dan cerita ini sering dipakai oleh Liu Bang untuk menyemangati orang-orang di dekatnya dan memberikan mereka sugesti kalau ia adalah calon orang besar (Calon Kaisar), karena di china zaman dulu ibu-ibu yang mengandung percaya kalau memimpikan naga memasuki kandungan mereka, anaknya akan menjadi orang besar entah itu menjadi kaisar atau jendral.

Sebelum bergabung dengan tentara pemberontak, Liu Bang sudah terkenal sebagai seorang bos preman yang menjaga desanya dari berbagai serangan bandit, dll. Ia terkenal di desanya dan dihormati para anak buahnya, yg nanti menjadi orang-orang kepercayaannya, spt Xiao He dan Xiahou Ying. Ia juga terkenal playboy, selir Cao yg menjadi selir utamanya telah menjadi istri keduanya sebelum ia naik menjadi seorang kaisar.Istri dari Liu Bang, ratu Lu Zhi terkenal sangat kejam kepada semua selir Liu Bang dan juga terkenal sebagai ratu yg bisa berpolitik.

Berbeda dengan Xiang Yu yg hanya mempercayai orang-orang terdekatnya, Liu Bang terkenal royal kepada semua yang mau bergabung dengan dirinya, sampai-sampai ada julukan seperti ini: “Liu Bang Raja Rakyat, Xiang Yu Raja Pahlawan”.

Terakhir, orang-orang yg dipercaya membantu Liu Bang hingga ia naik menjadi kaisar Gao Zu dan membangun fondasi awal Dinasti Han:
– Zhang Liang, ahli strategi dan penasihat utama
– Xiao He, chancellor dan pengurus administrasi negara
– Han Xin, jendral utama yang membawa kemenangan Liu Bang terhadap Xiang Yu
– Peng Yue, jendral tingkat dua yang bergabung dengan Liu Bang setelah tertarik dengan kepribadian Liu Bang.
– Xiahou Ying, Jendral tingkat dua yang mengikuti Liu Bang dari awal perjalanannya memberontak terhadap Qin.
– Fan Kuai, Saudara Liu Bang yang juga mendampingi Liu Bang dari awal perjalanannya memberontak terhadap Qin. Seorang tukang daging yang gemar dengan arak dan berkelahi, ia mendapatkan gelar Marquis of Wuyang ketika Liu Bang naik menjadi kaisar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s