6 Tanda Kita Perlu Mencari Dokter Gigi Baru

Rajin ke dokter gigi tentu bagus untuk kesehatan mulut. Namun itu belum cukup menjamin jika menemui dokter yang kurang sepadan. Berikut adalah indikasi jika sebaiknya perlu mencari pendapat dokter gigi lain.

Tanda-tanda pasien perlu mencari dokter gigi baru adalah:

1. Dokter gigi tidak mengambil riwayat medis lengkap sebelum memeriksa.
Hal pertama yang kami lakukan terhadap pasien sebelum menilai masalah giginya adalah melihat riwayat medisnya dengan lengkap. Kami perlu tahu apa yang terjadi dengan pasien seluruhnya,” kata Jeffrey Gross, DDS, dokter gigi yang berpraktek di The Healthy Smile di Ohio, Amerika Serikat.

Obat-obatan atau kondisi tertentu dapat mempengaruhi reaksi seorang pasien terhadap pengobatan gigi, sehingga penting bagi dokter gigi untuk mengetahui apa yang terjadi dengan tubuh pasiennya.

Sebagai contoh, bakteri dari mulut bisa mempengaruhi hati pasien penyakit jantung, kehamilan dapat menyebabkan penyakit gusi dan gusi berdarah, dan arthritis dapat menyulitkan pasien untuk menjaga kebersihan mulutnya.

2. Dokter gigi mengatakan pasien harus mengganti semua tambalan perak dengan tambalan yang putih.
Jika dokter gigi menyarankan pasien untuk mengganti semua tambalan perak dengan versi yang berwarna, pasien sebaiknya mencari dokter gigi lain.

Ada beberapa teori yang menyatakan bahwa kandungan merkuri dalam tambalan perak dapat membahayakan kesehatan, namun tidak satupun di antaranya yang telah terbukti benar. Jika dokter gigi ingin mengganti hanya karena tambalan perak sudah ketinggalan jaman, justru akan menyebabkan masalah karena kita tidak tahu bagaimana reaksinya pada gigi. Reaksinya bisa jadi berbahaya atau sensitif,” jelas Dr Gross.

Asalkan pasien tidak memiliki rongga di bawah tambalan yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan atau sinar-x, atau tambalan tidak rusak atau patah, tidak perlu diganti,” kata Shelley Seidel, DDS, MD, dokter gigi yang berpraktik di Oral and Maxillofacial Surgeons of Houston dan direktur Institute for Dental Implant Awareness

3. Dokter gigi menyarankan pasien tidak perlu menemui ahli bedah gigi untuk pemasangan implan gigi.
Ajukanlah banyak pertanyaan jika dokter gigi mengatakan pasien tidak perlu menemui spesialis untuk menjalani prosedur ortodontik atau pemasangan implan. Jika dia ingin melakukannya sendiri, dia perlu mengikuti beberapa ratus jam pelatihan, harus memilki semua sertifikat dan testimoni pasien dengan foto prosedur yang pernah dilakukan,” kata Dr Seidel.

Dokter gigi tidak boleh melakukannya sendiri sebab harus dilakukan dengan pembiusan. Tanyakan kepada dokter gigi apa saja pelatihan yang telah dimiliki dan di manakah pelatihannya. Tanyakan juga berapa kali dia telah memasang implan, berapa banyak yang berhasil dan berapa banyak yang gagal.

4. Dokter gigi tidak memberikan pilihan pengobatan alternatif.
Dokter gigi harus cukup berpengalaman dalam memberikan cara yang berbeda kepada pasien untuk memperbaiki masalahnya. Dia perlu mencari tahu apa yang sesuai dan terbaik untuk pasien. Bagaimana mengatasi pasien yang takut dengan dokter gigi? Apa yang mampu dia lakukan?” kata Dr Gross.

Banyak masalah gigi memiliki beberapa pilihan pengobatan, dan pasien bersama dokternya harus membahas masing-masing pendekatan sebelum memutuskan pengobatan.

Apakah itu rongga kecil, rongga besar atau infeksi, dokter gigi harus memberitahu pasien apa pilihannya, keuntungan dan kerugian masing-masing prosedur, dan kemudian bersama pasien harus mampu mencari cara melalui semua pilihan untuk mencari tahu apa yang terbaik bagi pasien,” katanya.

5. Dokter gigi tidak mengatasi masalah khusus pasien.
Jika pasien sakit gigi pergi ke dokter gigi dan hanya diresepkan pasta gigi untuk gigi sensitif tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh, sebaiknya pasien berpikir mencari dokter baru.

Keluhan lain yang tak boleh diabaikan adalah pendarahan gusi. Jika dokter gigi tidak bisa mencari tahu penyebabnya, bisa jadi masalah. Apapun keluhan atau masalahnya, pasien tidak boleh pulang dengan pertanyaan yang belum terjawab.

Pasien harus memahami diagnosa dokter gigi dan pengobatan yang telah direkomendasikan agar pasien tidak ditinggalkan dengan banyak biaya setiap alternatif pengobatan,” kata Irwin Smigel, DDS, pendiri dan presiden American Society for Dental Aesthetics.

6. Dokter gigi karena kenyataan bahwa Anda ingin pendapat kedua.
Banyak pasien enggan untuk memberitahu dokter giginya bahwa mereka telah meminta pendapat dari dokter gigi lain. Jika itu adalah dokter yang baru dalam menangani pasien dan pasien disarankan menjalani beberapa prosedur, pasien tersebut perlu mendapat tes dari dokter gigi lain. Itu berlaku untuk apa saja jika kita kurang yakin dengan sesuatu,” kata Dr Smigel.

“Jika pasien meninggalkan kantor dokter gigi dan dokter merekomendasikan prosedur yang kurang meyakinkan atau diagnosisnya yang kurang dimengerti, pasien sebaiknya meminta pendapat dokter gigi lain. Pasien tidak perlu mendapat perawatan yang tidak diketahui apa perlunya,” kata Dr Cooper.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s