Cara Membangun Hubungan Baik Dengan Anak Tiri


Menjadi orang tua tiri tentu bukan hal yang mudah. Belum lagi ditambah dengan tekanan bahwa Anda adalah ‘orang luar’ bagi keluarga pasangan. Namun yang tersulit, Anda harus menghadapi keinginan-keinginan anak tiri yang terkadang melewati batas.

Kebanyakan dari mereka merasa cemburu ketika sang ayah atau ibunya menemukan pasangan hidup lain, dan mereka sering merasa Anda akan mengambil orang tuanya dari mereka. Kenyataan yang terberat adalah ketika mereka mengaku membenci Anda karena berpikir Anda mencoba menggantikan orang tua mereka sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara yang tepat dalam menghadapi masalah ini agar anak tersebut tidak merasa diasingkan dan timbul rasa hormat kepada Anda sebagai orang tua barunya. Berikut tips, seperti yang dikutip dari eHow Family.

1. Bicarakan Segalanya Secara Baik-Baik
Hindari memaksakan anak untuk menyelesaikan masalah secara terburu-terburu dengan Anda. Seorang anak dapat mengartikan tekanan semacam ini sebagai kecaman dan akan membuat mereka menjadi bersikap defensif, atau bahkan menarik diri sama sekali.

2. Cobalah Lebih Terlibat Dalam Kehidupan Sang Anak
Libatkanlah diri Anda ke dalam kehidupan anak tersebut. Menunjukkan ketertarikan pada minat dan hobi mereka adalah pendekatan yang paling baik agar Anda dapat menghabiskan waktu yang lebih banyak dengan mereka. Mengantarkan mereka ke tempat tujuan aktifitasnya, merupakan salah satu cara yang paling jitu dalam hal ini.

Anda dapat menciptakan suasana dengan mendengarkan saluran radio favoritnya dan berdiskusi tentang hal-hal yang menarik baginya. Percakapan yang tidak dipaksakan bisa membantu cairkan ketegangan ketimbang berbicara dengan percakapan yang terlalu dibuat-buat.

3. Perlakukanlah Ia Sebagai Sahabat
Membangun hubungan perteman dengan anak tiri memberikan peluang yang baik bagi Anda untuk mengambil hatinya. Biarkan kepercayan dan keyakinan antara satu sama lain tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu dipaksakan, dengan cara berbagi pengalaman menarik yang pernah kalian alami. Anda juga bisa mengajaknya terlibat dalam obrolan ringan seperti film apa yang sedang diputar di bioskop atau gaya berpakaian seperti apa yang sedang tren, dan sebagainya. Bersabarlah dan pilih waktu yang tepat untuk menggunakan pendekatan ini.

4. Jagalah Hubungan Anda dan Orang Tua Kandungnya
Bangunlah hubungan yang baik antara Anda dan orang tua kandung anak tersebut. Hindarilah sikap kurang nyaman dan hapuskanlah perasaan bersalah yang mungkin muncul ketika Anda sedang bersama ibu atau ayah kandungnya. Perilaku semacam itu dapat menyampaikan pesan secara tidak langsung kepada sang anak apabila Anda adalah ‘orang luar’ di keluarganya.

5. Yakinkan si Anak Anda Bukanlah Sang Pengganti
Pastikan si anak mengetahui dengan jelas bahwa Anda bukanlah pengganti orang tua kandungnya atau orang lain dalam hidup mereka. Bersikaplah lembut namun tegas, seolah-olah Anda menyampaikan kepada si anak bahwa Anda sekarang adalah bagian dari keluarganya namun bukan untuk menggantikan posisi siapapun.

Meyakinkan sang anak bahwa Anda akan selalu menyayanginya dan membantunya ketika ia membutuhkan adalah bentuk pesan secara tidak langsung bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukunnya. Menghilangkan ancaman bahwa Anda adalah seorang pengganti dan ‘orang luar’ bagi keluarganya akan sangat membantu untuk membuka hati sang anak dan menerima Anda. [eya]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s